Politik Tak Mendidik



Mercusuarumat.com. Tahun pemilu makin dekat. Tim kampanye masing-masing calon berlomba persuasi umat untuk pilih kandididatnya.
Tentu kelebihan dan peluangnya yang diangkat, selebihnya ditutup rapat.

Lempar hujatan makin menyeruak. Tak ingin keburukan kandididatnya diketahui rakyat.
Bukan gagasan yang diemban, sekedar sosok calon yang punya kurangnya.

Sayang seribu sayang, politik diartikan sempit di zaman ini. Hanya sebatas bagaimana meraih kekuasaan dan bagaimana pertahankannya. Padahala islam sudah dari dulu ajarkan perpolitikan.

Dalam islam, politik artinya mengurua umat, bak pengembala domba dengan apik menjaga empunya. Tak rela ada yang hilang bahkan kelaparan pun tak boleh terealisasi.

Inilah politik islam yang begitu menakjubkan. Khalifah Umar bin Khotob pernah menyontohkannya. Tak ingin kelaparan rakyatnya ia patroli malam-malam mengecek warga negaranya.

Sekarang, pendidikan politik tak mendidik. Lebih arif nonton Upin-Ipin daripada melihat perdebatan tim sukses pasangan calon.
Ada baiknya kedepankan gagasan, visi dan pandangan hidup.

Umat perlu dibina. Bukan didokrin untuk pilih calon semata. Potensi besar masyarakat Indonesia sangat tidak efektiv jika pendidikan politik sebatas bagaimana memilih pasangan calon.

Buka pandangan umat dengan gagasan luar biasa. Penduduk dengan mayoritas muslim Ini harus tahu bagimana islam berpolitik. Bagimana islam bernegara. Bagaimana islam bermuamalah. Bagaimana islam memgatur sistem pendidikan. Bukan sebatas bagaimana "sosok calon pemimpin" berhasrat mengampu negara! [IW]

Post a Comment

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget