Sambut Gembira Dua Satu Dua



Mercusuarumat.com. Dua pekan lagi Irfan bertemu dengan Desember. Perasaannya memuncak mendapati tanggal dua. Dua tahun silam, peristiwa mahakarya yang pernah diikutinya, buat Ia makin gembira beranjak di tanggal dua.

Ya, Dua Desember 2018 bagi Irfan adalah hari yang ditunggu. Masih ingat dalam benaknya saat Dua Desember 2016, diperkirakan Tujuh Juta Umat Indonesia memadati Monumen Nasional (Monas), Jakarta. Bagaimana Ia lupa, kala itu hujan membasahi bajunya. "Sami Allahuliman Hamidah", ucap Imam Jum'at.

Air mata bercampur air hujan buat suasana makin haru. Irfan dan Tujuh Juta Umat Indonesia lainnya berkumpul atas ikatan laa ilaha illAllah. Tidak ada dorongan selain dorongan spiritual.
Pengusaha tak ragu bagikan makanan gratis. Kala itu Irfan bercerita. Pekerja, guru, dosen dsb rela izin tak masuk kantor.

Irfan dan Tujuh Juta Umat Indonesia bersatu padu meninggikan kalimat tauhid, mengetuk pintu langit dengan kumandang takbir. Allahu Akbar! Demi satu misi tegakkan keadilan. Tegakkan Islam. Tuntaskan kezaliman. Singkirkan keegoan. Rapatkan barisan ukhuwah. Hukum penista islam.

Kini beredar luas di media sosial. Bela Tauhid 212. Siapa tak gembira menyambut momen persatuan umat muslim Indonesia?
Dorongan spiritual sudah pasti jadi penggerak utama umat muslim Indonesia. Apalagi kini, umat muslim Indonesia makin rindu syariat Islam diterapkan. Ustadz Abdul Shomad, ulama karismatik yang dicintai umat sangat getol suarakan Perda Syariah. Acara Islami menjamur di bumi pertiwi. Terakhir "Hijrah Fest" yang di komandoi Mas Ari Untung. Menyendot perhatian artis nusantara. Diksi hijrah makin digemari oleh pemuda muslim. Lewat Ust Hanan Ataki, Komunitas Pemuda Hijrah makin banyak di seantero Indonesia. Bukan hanya itu, simbol Islam Bendera Rasulullah, Arroya dan Alliwa bukan lagi hal tabu bagi umat mayoritas negeri ini. Semua ini hanyalah sedikit tanda diantara banyaknya tanda umat muslim Indonesia rindu syariat Islam.

Tak hanya kerinduan akan penarapan syariat Islam. Momen Bela Tauhid 212 jadi ajang pererat ukhuwah islamiah umat muslim Indonesia. Muslim yang hanif pasti rindu persatuan umat. Muslim yang ikhlas pasti tak rela pecah belah. Pastinya penghianat bangsa inginkan umat kacau balau. Mereka adu domba antar umat beragama juga sesama umat beragama.
Lihat bagaimana aksi pembakaran bendera tauhid. Sangat kentara upaya adu domba antar umat islam. Tak ingin adu domba makin parah? Sambut gembira Bela Tauhid 212!

Setidaknya dua alasan inilah jadikan irfan dan tentunya jutaan umat muslim Indonesia gembira menyambut Bela Tauhid 212! [IW]

Post a Comment

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget