Satu Pukulan Mukidi untuk Tiga Target




Oleh : Abu Zahra

Mercusuarumat.com. Satu pukulan tiga target atau lebih didapati, kadang sering kita ketahui seperti permainan bola bowling, bilyard atau yang lainnya. Satu kali pukulan dengan satu bola banyak bola lainnya yang berhasil dimasukan kedalam lubang dan memperoleh angka kemenangan bagi si pemukul.
Lalu siapa sang mukidi tersebut ? Apa target permainan sang mukidi tersebut? Lalu bagimana dengan pukulan sang mukidi ?

Saat ini mukidi adalah pemain dalam permainan politik disebuah negeri, ia memegang kendali atas sponsor, supporter, arena bermain permainan tersebut, bahkan wasit dan pengamat dalam kendalinya. Target sang mukidi adalah menguasai semua jenis permainan, menguasai semua arena permainan, menguasai sponsor permainan, wasit dan pengamat permainan semua juga menjadi target sang mukidi untuk melanggengkan kekuasaannya.

Satu pukulan tiga target yaitu, organisasi Islam, ajaran Islam, simbol Islam.
Kita ketahui sang mukidi melalui sang wasit yang terada dalam jepitan ketiaknya mencabut BHP (Badan Hukum Perkumpulan) sebuah Ormas Islam yaitu Hizbut Tahrir Indonesia yang gigih mendakwahkan Syariat Islam dan Khilafah sebagai institusi pelaksanannya. Dengan kecacatan berproses sebuah Perppu dan tak terbuktinya dalam pengadilan membuat sang mukidi bermain kayu untuk mencabut BHP HTI, sang mukidi tidak ingat disekeliling arena permainan tersebut ada banyak penonton yang menyaksikan prilaku urakannya. Penonton dari berbagai segmen usia, sosial, pendidikan, ramai-ramai memberikan suara ketidak setujuannya atas prilaku sang mukidi, tapi mukidi masih berkata nganu..nganu.. dan nganu..

Tak lama berselang, kembali sang mukidi menggunakan perangkat sponsor dan suporternya untuk mengkrimialisasi salah satu ajaran Islam, khilafah, Panggilan Azan Sholat. Khilafah yang menjadi salah satu ajaran islam distigma negatifkan dengan sebuah institusi yang bertentangan dengan falsafah hidup, institusi bukan dari firman Tuhan, institusi yang kuno, institusi yang korup dan semua stigma negarif tersebut didukung oleh para sponsor dan suporternya. sang mukidi tidak tahu atau pura-pura tak tahu disekeliling arena permainan tersebut ada banyak penonton yang menyaksikan prilaku kotornya. Penonton ramai-ramai bersuara ketidak setujuannya atas prilaku mukidi, tapi mukidi masih berkata seperti biasa, nganu..nganu.. dan nganu.. lagi

Target pukulan yang ketiga diarahkan kepada simbol Islam, kalimat tauhid yang kelak di Yaumil Hisab akan menjadi penyelamat perjalan seorang muslim diakhirat tak luput dari perbuatan hina sang mukidi. Kalimat Llailahaillallah Muhammad Rasulullah dibuat sebagai dasar prilaku kebencian kepada Hizbut Tahrir Indonesia bahkan dengan kebodohan serta penipuannya seakan tulisan dua kalimat syahadat tersebut dibaca layaknya tertulisan Hizbut Tahrir Indonesia. Kalimat tauhid ada tertulis ditopi dibaca Hizbut Tahrir, tertulis didinding dibaca Hizbut Tahrir, akhirnya hasil dari kebodohannya suporter dari mukidi membakar bendera tauhid, dalihnya masih sama Hizbut Tahrir itu bendera Hizbut Tahrir Indonesia. Akhirnya penontot tidak tinggal diam, awalnya hanya bersuara sekarang turun dari tribun tempat duduknya untuk menyudahi permainan kotor, curang, hina dan menjijikan tersebut, walau akhirnya penonton masih memberikan perpanjangan waktu permainan sampai 2019, injury time lah maksudnya. Umat kembali menggenggam Panji Rasul-Nya, Al Liwa yang berwarna putih bertuliskan hitam dan Ar Rayyah berwarna hitam bertuliskan putih telah kembali kepada pemiliknya. Suporter mukidi bakar satu sejuta kami kibarkan.

Alhamdulillah untuk saat ini satu pukulan sang mukidi kearah tiga target tersebut tidak berjalan dengan sukses, penonton dengan cerdas mengetahui strategi sang mukidi. Namun para penonton hendaknya jangan kembali ke tribun penonton, layaklah penonton menghentikan permainan dan mengeluarkan sang mukidi dari arena permainan tersebut. Karena ada janji Allah SWT yang pasti, masa permainan tersebut akan berganti kemasa yang lebih baik, masa para diktator akan dicabut oleh Allah SWT dan akan dikembalikan kembali masa keemasan Islam.

Ingatkan penonton, Organisasi Islam, Ajaran Islam, Simbol Islam adalah milik umat, kita siapkan umat untuk bersegera menjemput janji Allah SWT dengan tegaknya Khilafah Ala Minhaj Nubuwah, janganlah umat menjadi penyokong sistem rusak saat ini. Tinggalkan sistem rusak ini, kembalikan kedaulatan kepada syariah, ingat issue Islam nusantara belum berakhir seperti issue mobil asemka suatu saat akan muncul kembali ketika ormas islam, ajaran islam, simbol islam habis dipersekusi dan bukanhal yang mustahil islam nusantara akan memunculkan kitabnya, nabinya bahkan tuhannya akan muncul saat-saat injury time tersebut.
Wallahu A’lam Bishawab.

#BenderaTauhidSatukanUmat

Post a Comment

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget