Tanpa Islam Dunia Penuh Kezhaliman-Kesesatan



Mercusuarumat.com. Sirah Nabawi menjelaskan kondisi dunia sebelum diutus Nabi صلى الله عليه وسلم, ternyata penuh dengan kerusakan berupa dominasi kezhaliman dan kesesatan.

Pertama, kezhaliman politik berupa monopoli kekuasaan di tangan elit tertentu, hal ini nampak pada negara Romawi, Persia, serta negara satelit keduanya: Ghassanid, Lakhmid, Tadmur dll.

Kedua, kezhaliman sosial berupa dominasi kelas sosial, semisal Romawi Barat masyarakatnya terbagi dua: majikan & budak atau bangsawan & rakyat jelata. Diskriminasi hukum juga terjadi, disana ada dua undang-undang yg berlaku: UU Romawi untuk bangsawan dan UU Pretorian untuk wilayah kolonial dan rakyat jelata. Sedangkan negara Persia berdasar paganisme. Arab pada masa itu tidak punya UU dan Syariat, namun memiliki sekumpulan tradisi yg berbeda antar kabilah berdasar fanatisme jahiliyah.

Ketiga, kezhaliman ekonomi berupa ketidakadilan distribusi kekayaan di hampir seluruh negara dan masyarakat, sehingga terbentuk jurang antara golongan kaya raya dan golongan sangat miskin. Kekuasaan hanya milik orang kaya yg digunakan demi memuaskan keserakahan, karena itulah utang riba berlipat-lipat merajalela menjadi tradisi ekonomi kala itu.

Keempat, kesesatan keyakinan, semisal orang Romawi Nasrani mempercayai trinitas, menganggap Isa عليه السلام sebagai putra Allah yg memiliki sifat ketuhanan sekaligus kemanusiaan. Orang Persia kala itu mempercayai dua Tuhan: Tuhan Kebaikan & Tuhan Kegelapan. Sedang orang Arab mempercayai Allah سبحانه وتعالى sebagai Pencipta, tetapi menyekutukan-Nya dengan berhala yg dianggap bisa mendekatkan pada-Nya.

Kelima, kesesatan berpikir, berupa akal yg terbelenggu kegelapan yg tidak mampu memahami bahwa batu berhala tidak mungkin mendekatkan pada-Nya, bahkan sampai pada pola pikir yg terbalik, ketika menganggap kejahatan sebagai cara menjaga hak hidup yg lumrah, ‘siapa yg tidak menebas dgn pedangnya maka dia ditebas orang, siapa yg tidak zhalim pada yg lain maka dia akan dizhalimi’ begitu prinsip kala itu. Karena itu, kekuasaan dimonopoli kelas bangsawan, dengan menyebarkan kebodohan dan memanfaatkan takhayul.

Keenam, kesesatan jiwa, dimana masyarakat dibangun bukan karena persaudaraan, namun dibangun dengan pemaksaan dan eksploitasi; yg kuat menekan yg lemah sehingga menimbulkan rasa dendam dalam jiwa; sedang eksploitasi melahirkan egoisme serta meremehkan selainnya. Hal tersebut nampak pada masyarakat Persia dan Romawi. Kala itu, orang yg berutang ke bangsawan Romawi, bisa dituntut melunasi dengan tubuhnya. Adapun di jazirah Arab, memang tidak setega Romawi, karena masih terdapat sedikit nilai etika, akan tetapi eksploitasi memiliki bentuk yg berbeda, semisal ketika seseorang kesulitan bayar utang, maka akan diberi tempo asalkan ribanya berlipat ganda.

Berdasarkan berbagai kondisi yang rusak, penuh kezhaliman dan kesesatan tersebut, secara naluri manusia pasti sangat mengharapkan penyelamat. Penyelamat yg diutus tentu selain membawa cahaya juga wajib memiliki kekuatan, sebab kegelapan dunia sebelum Islam datang telah dipelihara kekuatan zhalim. Untuk melenyapkan kekuatan zhalim dibutuhkan kekuatan juga sehingga cahaya bisa tersebar tiada yg menghalangi. Karena itulah, Muhammad Rasulullah صلى الله عليه وسلم sebagai pendiri Daulah Islam, membawa kekuatan sehingga bisa melenyapkan kekuatan zhalim, menghapus mimpi buruk yg diderita manusia, serta menyingkirkan penghalang sehingga cahaya Islam mampu selamatkan manusia dari kegelapan. (Prof. Rawwas Qal'ahji, Qira'ah Siyasiyyah Li as-Sirah an-Nabawiyyah, h. 11-13)

Yan S. Prasetiadi
Kajian Sirah Nabawi, Ma'had Darul Ulum
Purwakarta 24/11/2018

Post a Comment

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget