Asal Muasal 212



Oleh Prof. Fahmi Amhar

PERTAMA

4 September 2016 - Aksi Damai "Haram Pemimpin Kafir" di Patung Kuda Monas. Dalilnya antara lain QS Al-Maidah: 51. Aksi ini dilakukan oleh Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) yang tidak terkait dalam kelompok pendukung cagub manapun. Aksi ini diteruskan dengan unggahan video oleh aktivis Gema Pembebasan UI (Gerakan Mahasiswa Pembebasan Universitas Indonesia), sehingga Ahok marah dan meminta ke Rektor UI agar memecat mahasiswa itu.

27 September 2016 - Ahok marah-marah di forum dinas di Kep. Seribu, mengatakan "Jangan mau dibohongin pakai ayat al-Maidah 51". MUI merespon kata-kata Ahok itu dengan mengeluarkan pernyataan sikap (lebih kuat dari fatwa) bahwa itu suatu bentuk penistaan agama.

14 Oktober 2016 - Demo sehabis sholat Jum'at dari Istiqlal ke Balai Kota menentang penistaan agama. Demo ini sekalipun sempat memacetkan jalan, tapi tidak dimuat di media mainstream.

4 November 2016 (aksi 411) - Aksi Damai besar-besaran sehabis sholat Jum'at dari Istiqlal hingga istana. Tertib, tapi di akhir ada kericuhan karena ulah provokator. Setelah aksi ini, Ahok dijadikan tersangka oleh Polisi.

2 Desember 2016 (aksi 212) - Aksi super damai dengan jumlah massa ditaksir 4 kali aksi 411, karena tergerak oleh militansi peserta aksi dari Ciamis, yang nekad berjalan kaki seteah para penyedia jasa bus mengaku ditekan agar tidak menyewakan busnya untuk peserta aksi. Bentuk aksi adalah duduk bareng dari pukul 8 hingga selesai sholat Jum'at di Monas, tapi meluber hingga Kwitang dan Bunderan HI.

KEDUA

Gerakan 212 kali ini (Reuni ke 2 atau 212 edisi 2018) jumlah peserta dikatakan oleh banyak pihak jauh lebih besar dari 212 edisi 2016 maupun 2017. Mengapa?

Tidak dapat dipungkiri salah satunya faktor pembakaran bendera hitam (rayah) bertuliskan kalimah tauhid, satu dari dua bendera yang disosialisasikan oleh HTI sebagai bendera Rasulullah saw dan bendera Khilafah mendatang. Yang demi bendera ini HTI mengalami persekusi oleh Banser di berbagai tempat; Semarang, Surabaya, dll.

Jadi, siapa pemantiknya? Lagi-lagi HTI, karena pihak pembakar berasumsi itu simbol HTI.

Hal ini terbukti dengan banyaknya Royah yang dibawa oleh peserta aksi dari berbagai golongan. Dan umat Islam tidak mempedulikan lagi ucapan orang-orang yang mengatakannya sebagai bendera HTI.

KETIGA

Aksi 212 merupakan miniatur persatuan umat Islam dari berbagai mazhab dan golongan. Dan wujud nyata persatuan yang haqiqi hanya akan terwujud dengan KHILAFAH yang bersifat tunggal.

KEEMPAT

Spirit 212 adalah tauhid, tauhid selain sebagai lawan dari syirik, juga bermakna persatuan. Dan bersatu dibawah kalimah tauhid artinya bersatu dibawah Syariah Allah. Tak dapat dipungkiri bahwa tidak ada satupun model atau sistem negara yang bisa menerapkan Islam secara baik dan kaffah kecuali Khilafah dalam beberapa fasenya. Selain, khilafah adalah bagian ajaran Islam itu sendiri, yang lahir dari kalimah tauhid (al-Quran & Sunnah). Tidak ada istilah Khilafah kalau tidak ada dua kalimah syahadat.

Wallah a'lam.

#AKSI212HTI
#AKSI212HARITAUHIDINDONESIA2016
#AKSI212HARITAUHIDINTERNASIONAL2018

Post a Comment

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget