Mengapa Hizbut Tahrir Dilarang di Beberapa Negara?



Mercusuarumat.com. Pelarangan Hizbut Tahrir di beberapa negara kerap dijadikan alasan membubarkan HT Indonesia. Ini yang diungkapkan misalnya oleh Menkopolhukam Wiranto sebelum status BHP HTI ini dicabut. "Ideologi Khilafah ini telah dilarang di banyak negara. 20 negara telah melarang kegiatan HTI," kata Wiranto dalam jumpa pers saat itu.

Pertanyaannya, apa yang mendasari pelarangan itu? Juru bicara HTI M Ismail Yusanto mengatakan, pelarangan di negara lain tidak bisa dijadikan dasar. "Apakah ketika Perancis dan beberapa negara lain di Eropa melarang memakai cadar, kita juga ikut-ikutan melarang?" tanyanya.

Pengamat politik internasional Umar Syarifuddin memberikan catatan khusus negara-negara yang melarang Hizbut Tahrir. Larangan itu menurutnya tidak lepas dari kegigihan Hizbut Tahrir menyerukan Khilafah Islam. Nah, seruan itulah yang dianggap mengancam kepentingan negara-negara imperialis.

Untuk membungkam seruan itu negara-negara imperialis menggunakan penguasa-penguasa boneka mereka di negeri-negeri Islam. HTI selama ini dikenal sangat aktif membongkar dan menentang kebijakan pemerintah yang pro negara imperialis, mendukung kehadiran militer asing yang dipimpin AS dan masalah eksploitasi asing terhadap kekayaan alam negeri-negeri muslim serta berbagai, masalah keumatan," paparnya.

Tidak heran, lanjutnya, hampir sebagian besar negara-negara yang melarang itu bersikap represif.

Aktivitas Hizbut Tahrir dianggap mengancam kepentingan penguasa-penguasa negeri Islam yang bekerjasama dengan barat.

"Mengingat kebangrutan rezim-rezim despotik yang anti Islam dan anti kritik maka di beberapa negara rezim itu melarang HT beraktivitas, bahkan telah memperlakukan para syabab Hizbut Tahrir yang mukhlis hingga sekarang dengan cara-cara brutal, zalim serta melancarkan berbagai tuduhan palsu dan fitnah yang di rekayasa dengan sangat keji," tegasnya.

Pengamat politik luar negeri ini mengambil contoh negara Mesir. Menurutnya negara ini dikenal menjadi mitra penting Amerika Serikat di Timur Tengah yang sangat bernafsu memerangi bukan hanya Hizbut Tahrir tapi juga gerakan-gerakan Islam lainnya.

Beberapa negara yang melarang Hizbut Tahrir memang memiliki catatan kejahatan yang keji terhadap umat Islam. Di Asia Tengah, sudah masyhur bahwa rezim-rezim diktator kawasan Asia Tengah masih mengadopsi cara-cara komunistik dalam menghadapi kebangkitan umat Islam.

Adapun Rusia, bekas negara komunis ini masih menunjukkan sikap anti Islam dan represif terhadap pengembannya. Negara Rusia berusaha dengan keras mengaitkan tuduhan terorisme dengan Hizbut Tahrir untuk menakut-nakuti kaum muslim Rusia agar tidak berhubungan dengan Hizbut Tahrir. Hal yang sama dilakukan rezim Cina.

Kejahatan penguasa-penguasa itu juga dibongkar dalam laporan Open Society Foundation (OSF) yang terbit Selasa 5 Februari 2013 dalam laporan yang berjudul "Globalizing Torture: Extraordinary Rendetion and Secret Detention" menunjukkan secara nyata keterlibatan penguasa negeri-negeri muslim seperti Afghanistan, Aljazair, Azerbaijan, Bosnia-Herzegovina, Mesir, Libya, Malaysia, Maroko, Pakistan, Arab Saudi, Somalia, Suriah, Turki, Uni Emirat Arab, Uzbekistan, Yaman, dan Indonesia dalam kejahatan Global yang dilakukan oleh CIA. Studi ini menyoroti program rendition (pemindahan seseorang ke negara lain tanpa melalui proses hukum) dan penahanan rahasia yang dilakukan dinas rahasia Amerika Serikat (CIA) pasca serangan teroris 11 September 2001 ke negara itu.

Sumber: Tabloid Media Umat

Post a Comment

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget