Sekali Panji Tauhid Berkibar: Maju Terus, Pantang Surut ke Belakang



Oleh : Ahmad Sastra

Mercusuarumat.com. Fenomena aksi bela Islam 212 (reuni akbar) telah terpahat sebagai sejarah dunia abad ini. Berjuta umat Islam dengan hati ikhlas rela berkorban harta dan jiwa membela agamanya yang dinista oleh kaum kafir dan munafik.

Bela agama Allah adalah syarat mutlak untuk mendatangkan pertolongan Allah atas kemenangan Islam. “Hai orang-orang mukmin, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu” (QS Muhammad : 7).

Telah menjadi sunnatullah bahwa setiap ada perjuangan Islam, maka akan hadir pula musuh-musuh Islam dari kaum munafik dan kafir yang akan terus menghalangi dan menghadangnya. Mereka menolak saat diajak untuk tunduk kepada hukum Allah.

Apabila dikatakan kepada mereka: "Marilah kamu (tunduk) kepada hukum yang Allah telah turunkan dan kepada hukum Rasul", niscaya kamu lihat orang-orang munafik menghalangi (manusia) dengan sekuat-kuatnya dari (mendekati) kamu. (QS An Nisaa : 61).

Dalam sejarah perjuangan Islam, kaum kafir dan munafik bergabung untuk melakukan makar kepada agama Allah. Sekuat tenaga, harta dan jiwa akan mereka korbankan untuk menghalangi tegaknya Islam di muka bumi.

Momentum aksi bela Islam 212 adalah murni perjuangan kaum muslimin yang merindukan kehidupan Islam di bumi Allah. Aksi bela Islam adalah aksi super damai penuh dengan keteladanan. Meski tak mungkin dipungkiri akan selalu ada penyusup yang ingin merusak acara ini.

Berbagai bentuk persekusi akan terus dilancarkan oleh para pembenci Islam. Dimulai dari penghadangan aksi, dipersulit alat transportasi hingga berbagai provokasi di tengah aksi. Ketika ada peserta aksi berperilaku buruk dan tak beradab, merekalah provokator itu, awasi dia.

Rasulullah telah mengajarkan kepada umatnya bahwa saat panji telah berkibar, maka pantang mundur ke belakang. Perjuangan harus terus dilanjutkan hingga kemenangan Islam terwujud atau nyawa tercerabut dari raga.

Abaikan segala gangguan orang-orang kafir dan munafik yang selalu memusuhi agama Allah. Jangan pernah takut dengan segala ancaman mereka, sebab makar mereka akan dibalas oleh Allah. Cepat atau lambat mereka akan terjungkal dan tersungkur hina. Yang terpenting adalah kita berdiri tegak sebagai perjuang agamaNya.

Aksi bela Islam 212 akan terus berlangsung hingga kiamat. Hadiri meski hanya sekali seumur hidup, sebab akan menjadi sejarah bagi anak cucu dan menjadi hujjah dihadapan Allah, bahwa kita turut membela agamaNya.

Bismillah, niatkan karena Allah semata. Berdoa dan bertawaqal lah, semoga Allah selalu melindungi hamba-hambaNya yang membela agamaNya. Jangan pernah takut kibarkan panji tauhid, simbol persatuan umat sedunia. Sebab dengan tauhid kita hidup dan dengannya pula kita mati.

Sampai ketemu di monas kawan !!.
Selamat Berjuang !!
Allahu Akbar !!

[Ahmad Sastra, Kota Hujan,30/11/18 : 22.00 WIB]

Post a Comment

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget