Tidak Mau Diskusi, Doktrinisasipun Jadi



Mercusuarumat.com. Taraf berpikir umat manusia kian hari terindikasi makin tumpul. Potensi luar biasa yang Allah karuniakan kini dinilai tak lebih berharga dari materi.
Kini, umat manusia mencapai pada titik kejenuhan berpikir dengan indikasi mudahnya menerima opini tanpa filter yang jelas.

Lihat bagaimana kebanyakan umat manusia, terkhusus Indonesia. Cukup didengungkan dengan perkataan "HTI anti NKRI", " FPI intoleran" dan opini dangkal sejenisnya, sebagian masyarakat Indonesia terpuaskan akalnya oleh hasutan sesat mereka.

Sayang seribu sayang, inilah masalah utama umat manusia, terkhusus Indonesia, terkhusus muslim. Mengapa? Karena lewat pemikiranlah kebangkitan atau keterpurukan umat manusia kan terjadi.

Diksi radikal, anti NKRI, intoleran, pemecah belah Indonesia, pemberontak dan diksi sejenisnya cukup pengaruhi pemikiran dangkal muslim Indonesia.

Akibatnya, siapa saja yang dinilai radikal atau anti NKRI atau intoleran atau pemecah belah Indonesia atau pemberontak oleh opini publik, mereka perlu dimusnahkan. Jangan mau diskusi dengannya, hiraukan ucapannya, jangan angkat ia sebagai pegawai, jangan pilih ia sebagai pemimpin dan segudang intimidasi lainnya. Tidak ada diskusi, yang ada adalah doktrinisasi.

Inilah pentingnya dakwah pemikiran. Perlu penulis ulangi, bahwa kebangkitan umat lewat pemikiran. Jika tarap berpikirnya rendahan. Hanya berpikir sempit, tak mau terbuka, fokus pada materi dlsb, maka sampai kapanpun kebangkitan umat tak mungkin terwujud.

Terakhir, penulis mengajak bersama mendakwahkan pemikiran Islam. Pemikiran cemerlang bersumber dari Rabb penguasa alam jagat raya. Meningkatkan tarap berpikir umat agar mencapai level berpikir Islam adalah tugas kita bersama. Wallahu'alam

Post a Comment

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget