Sudah Saatnya #UninstallJokowi dan #ShutdownDemokrasi



Oleh : Annis Miskiyyah (Member AMK)

Mercusuarumat.com. Tagar #UninstallJokowi pernah menjadi trending topik di twitter dunia. Semua terheran-heran, bahkan ada yang menyangka jenis virus baru atau semacamnya yang harus segera di uninstall. Namun ternyata, tagar ini lebih berkaitan dengan kepemimpinan di negeri zamrud khatulistiwa ini.

Dilansir oleh bisnis.tempo.co pada hari sabtu (16/02/2019) bahwa Presiden Joko Widodo atau Jokowi hanya tertawa ketika disinggung mengenai tagar #UninstallJokowi yang menjadi trending topik di twitter. "He...he...he," kata Jokowi. 

Pada tahun 2019 yang merupakan tahun politik, sehingga masalah tagar di media sosial juga akhirnya selalu dipermasalahkan hingga di dunia nyata. #UninstallJokowi merupakan blunder dari tagar Uninstall Bukalapak yang diserukan oleh Sekretaris TKN, Hasto Kristianto. Sontak saja, para netizen yang aktif berselancar di dunia maya yang merasakan ketidakadilan yang dipertontonkan, langsung bereaksi keras dengan membuat gerakan tagar #UninstallJokowi. Meskipun mendapat respon balik kembali dari TKN yang menyatakan bahwa Jokowi tak takut gerakan #UninstallJokowi. Hal tersebut disadari, bisa jadi tagar ini akan berpengaruh terhadap elektabilitas calon tersebut, yang sangat dikhawatirkan menurunkan jumlah suara yang memilih calon dari petahana.

Beginilah hidup di negara yang menganut Sistem Demokrasi. Di dalam Sistem Demokrasi, yang menjadikan segalanya berdasarkan suara rakyat sebagai suara Tuhan, termasuk kepemimpinan di sebuah negara. Berdasarkan suara mayoritaslah seorang pemimpin dapat terpilih, tanpa lagi melihat siapa yang jadi pemimpin terlepas dari kualitas serta kuantitasnya. Juga termasuk visi misi tanpa aturan Ilahi, yang ingin diterapkan untuk masa kepemimpinannya yang dibatasi waktu secara berkala. Hingga wajar saja, ada upaya untuk bisa bertahan di tampuk kekuasaan dengan berbagai cara. Sampai-sampai bila ada yang mengkritik dan menyalurkan berbagai aspirasi rakyat yang berseberangan dengan kehendak mereka akan dipersekusi hingga dikriminalisasi, menggunakan aturan-aturan buatan manusia yang terbukti lemah bisa ditarik kesana-kemari. 

Oleh karena itu, hanya yang didukung kekuasaan dan uang yang akan mendominasi. Kebenaran dan keadilan serta kesejahteraan rakyat hanya janji gombal yang sepertinya sulit terealisasi di alam demokrasi. Kemudlaratan terus dirasakan penduduk negeri yang menerapkan kepemimpinan dalam demokrasi.  Karena tidak berlandaskan keimanan dan jauh dari syari'at Allah SWT. Sudah saatnya kita #UninstallRezimDzalim dan #ShutdownDemokrasi yang jelas menyengsarakan rakyat. 

Semuanya berbanding terbalik dengan kepemimpinan dalam sistem Islam. Calon Pemimpin dalam Islam yang dipilih harus memenuhi syarat in'iqad, yaitu laki-laki, muslim, baligh, berakal, merdeka, adil dan mampu. Kemudian, dibolehkan berkampanye hanya dalam waktu 2 hari 3 malam dari ketiadaan Sang Khalifah. Pejabat sementara dalam kepemimpinan sholat diserahkan kepada orang yang ditunjuk hanya sampai diangkatnya Khalifah yaitu adanya bai'at in'iqad. Petugas pemilihan akan terus bekerja siang malam selama hanya 2 hari 3 malam, meminta pendapat rakyat tentang siapa yang mereka pilih. Atau melalui pendapat para wakil dan tokoh umat di majelis umat sebagai representasi umat untuk memilih Sang Khalifah. Setelah terpilih, Khalifah dibai'at untuk menerapkan hukum Allah saja secara kaffah dalam naungan Khilafah. Tidak dibutuhkan waktu lama, maupun dana yang besar. Namun, semua rakyatnya dapat hidup diatur oleh aturan Sang Pencipta, penuh kehormatan, kemuliaan dan kesejahteraan. Ini bisa dibuktikan dari sejarah yang ditulis dengan tinta emas tentang peradaban Islam yang bisa bertahan 1300 tahun lebih dari mulai Rasulullah saw hijrah ke Madinah hingga keruntuhan Khilafah Turki Utsmaniyah pada tanggal 3 Maret 1924 M. Berarti 95 tahun sudah kaum muslimin tidak lagi hidup di bawah naungan Khilafah.

Dengan demikian, umat seharusnya segera menyadari kewajiban dan urgensi mewujudkan kepemimpinan Islam yang tegak di atas landasan iman dan siap menegakkan hukum-hukum Allah SWT. Hukum Allah inilah yang akan menjamin kemuliaan dan kesejahteraan seluruh manusia.


Wallahu'alam bish-shawab

Post a Comment

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget