Bayangkan Jika Muslim Uighur Saudara Kandung Kita

Mercusuarumat.com. Genosida terhadap Muslim Uighur nyata adanya. Patrick Poon dari Amnesty Internasional menyatakan, lebih dari satu juta orang ditahan di kamp-kamp yang serupa kamp konsentrasi masa perang. Mereka dipaksa untuk menghadiri pelajaran re-edukasi politik dan menyanyikan lagu-lagu politik komunis. Tak hanya itu mereka pun di paksa untuk mengutuk Islam dan bersumpah setia kepada partai komunis China, bahkan mereka dipaksa untuk makan daging babi dan minum alkohol.

Belum habis disana, pemisahan orang tua dari anak-anak mereka yang dimasukkan dalam institusi khusus, pengawasan dengan teknologi canggih serta kerja paksa terhadap penghuni kamp re-edukasi. Bagi para muslimah, mereka dipaksa memakan obat untuk menghentikan menstruasi lalu dipaksa menikah dengan kafir Cina.

Telah cukupkah kabar tragis ini tersampaikan kepada Anda? 
Bayangkan jika Muslim Uighur adalah saudara kandung kita? Adik kita, kakak kita, anak bahkan orang tua kita? 

Marah! Satu sikap yang wajib diekspresikan, sebagaimana yang disampaikan oleh Ust Abu Umar. "Marah karena iman", tegasnya. Lanjut ia berorasi, Ingatkah kalian kisah muslimah yang dilecehkan kehormatannya oleh tentara Romawi?  
Ketika seorang muslimah kala itu dilecehkan, Sontak ia berteriak, "Wahai al-Mu’tashim Billah", tak lama kabar ini terdengar olehnya, lantas ia marah, da mengirim ribuan pasukan untuk menyelamatkan seorang muslimah tersebut.

Maka, hadirnya kita ditempat ini, tak lain adalah bentuk solidaritas terhadap Muslim Uighur, jelas Ust Yuana Ryan Tresna. Muslim satu dengan muslim lainnya adalah saudara, haram baginya merampas harta dan menumpahkan darah sesama muslim tanpa Haq, ucapnya lebih lanjut. Dalam orasinya, ia menjelaskan, hadist Rasulullah yang disabdakan olehnya ketika haji wada, "Sungguh darah dan harta kalian haram, seperti sucinya saat ini, bulan ini dan negeri ini".

Namun, apa yang terjadi saat ini! Saksikanlah penindasan saudara kita Muslim Uighur, penjajahan bangsa Yahudi Israel terhadap Palestina, saudara kita di India diperlakukan dengan zalim, umat muslim Rohingya, Irak, Afghanistan dan negeri Muslim lainnya. Seakan-akan darah dan harta mereka murah dihadapan kafir penjajah!

Benarlah apa yang disampaikan oleh Ust. Asep Sudrajat, ia mengutip sabda Rasulullah yang menjelaskan bahwa suatu saat nanti umat muslim bagaikan hidangan. Saat ini terbukti dirasakan. Umat muslim dicabik-cabik tak bisa melawan, dikunyah bak makanan, dilahap habis oleh kafir penjajah. Lantas, "Ketika saudara kita dizalimi tak boleh kita abai, karena ini bentuk keimanan kita", ucap ia lebih lanjut. Hadir kita saat ini setidak-tidaknya level terendah bentuk keimanan kita, pungkasnya.

Aksi bela  Muslim Uighur, Jum'at, 20 Desember 2019 bertempat di depan Gedung Sate, Bandung ini setidaknya adalah bentuk keimanan kita dalam membela kaum muslimin Uighur.  [IW]

Post a Comment

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget