Tiga wasiat penting Baginda Rasulullah terkait genosida Muslim Uighur

Mercusuarumat.com. Setiap kita mengetahui, penindasan Muslim Uighur oleh Rezim komunis Cina, penjajahan bangsa Yahudi Israel terhadap Muslim Palestina, pelarangan agama Islam di India, konflik politik di Suriah dan nestapa di negeri-negeri umat muslim lainnya. Namun banyak diantara kita belum mengetahui tiga wasiat penting Baginda Rasulullah berkaitan hal ini.
Ust. Yuana Ryan Tresna dalam orasinya di  depan Gedung Sate, Bandung menjelaskan, setidaknya ada tiga hadits penting untuk kita renungkan (Wasiat penting Baginda Rasulullah SAW):
Pertama, Hadits tentang darah. Hal ini disabdakan oleh Rasulullah ketika haji wada. 
"Sungguh darah dan harta kalian haram, seperti sucinya saat ini, bulan ini dan negeri ini". Ia mengatakan, hadits ini merupakan pesan politik yang sangat penting bagi kaum muslimin. Bahwasanya, haram hukumnya menumpahkan darah dan merampas harta kaum muslimin tanpa Haq! Namun kini kita saksikan darah kaum muslimin sangatlah murah di hadapan kafir penjajah. Menyambung ke hadits kedua, bahwasannya segala penindasan di negeri-negeri muslim tak lain karena faham sekularisme yang ditanamkan barat, termasuk  ide nasionalisme. 

Berkaitan dengan nasionalisme, hadits yang kedua menjelaskan, “Wahai sekalian manusia! Rabb kalian satu, dan ayah kalian satu (maksudnya Nabi Adam). Ingatlah. Tidak ada kelebihan bagi orang Arab atas orang Ajam (non-Arab) dan bagi orang ajam atas orang Arab, tidak ada kelebihan bagi orang berkulit merah atas orang berkulit hitam, bagi orang berkulit hitam atas orang berkulit merah kecuali dengan ketakwaan. Apa aku sudah menyampaikan?” mereka menjawab: Iya, benar Rasulullah SAW telah menyampaikan.”
Hadits ini, menurut Yuana menegaskan haramnya ide nasionalisme. Akibat nasionalisme umat muslim terpecah belah. Penindasan di satu negeri Muslim menjadi bukan urusan negeri Muslim lainnya. Negri Muslim lainnya hanya sebatas mengutuk dan retorika kecaman belaka. Dengan dalih itu urusan luar negeri bukan dalam negeri, jelasnya.

Lalu kemana lagi kita memohon pertolongan? Berkaitan dengan hadits ketiga, Yuana menegaskan, keterpurukan umat muslim saat ini tidak lain karena hilangnya pelindung ummat, yakni Khalifah atau imam. Sebagian hadist nabi SAW, “Sesungguhnya al-imam (khalifah) itu (laksana) perisai, dimana (orang-orang) akan berperang di belakangnya (mendukung) dan berlindung (dari musuh) dengan (kekuasaan)nya. Jika seorang imam (Khalifah) memerintahkan supaya takwa kepada Allah ’azza wajalla dan berlaku adil, maka dia (khalifah) mendapatkan pahala karenanya, dan jika dia memerintahkan selain itu, maka ia akan mendapatkan siksa.” (HR. Al-Bukhari, Muslim, An-Nasa’i, Abu Dawud, Ahmad)

Ketidakadaan khalifah artinya ketidak adaan institusi yang menaunginya, yakni Khilafah. Dengan Khilafah kehormatan umat muslim tinggi kembali.
Maka agenda utama kita saat ini adalah mengembalikan junnah pelindung umat dengan bersama berjuang menegakkan syariah dan khilafah, pungkasnya [IW]

Post a Comment

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget