Multaqo Ulama Aswaja Jabar: Jangan Diam Soal Uighur dan Nestapa Umat Muslim, Bergerak Tegakan Khilafah!


Mercusuarumat.com. Sumedang. "Sesungguhnya Allah Tidak Akan Mengubah Keadaan Suatu Kaum, Sebelum Kaum Itu Sendiri Mengubah Apa Yang Ada Pada Diri Mereka", demikian apa yang disampaikan oleh Ust Dr. Rahman Hakim, ulama Sumedang dalam acara Multaqo Ulama Ahlussunah Wal Jama'ah (Aswaja) Jawa Barat, Sabtu (11/1). Ia menjelaskan, ayat ini menyuruh kita untuk bergerak, berusaha semaksimal mungkin guna merubah keadaan, dari buruk menjadi baik

Sebagaimana diketahui, dahulu saat umat Islam menerapkan syariah Islam secara kaffah (Menyeluruh, red) dalam institusi Khilafah, umat Islam berjaya, sejahtera dan mampu memimpin dunia.

Menguatkan pendapatnya, ia menceritakan kisah seorang pemuda yang menemui Imam Syafi'i, Imam Syafi'i lantas bertanya, pernahkah Anda melihat dan berkunjung ke Baghdad? Pemuda itu menjawab, belum pernah! Maka imam Syafi'i menjawab, sangat disayangkan, Anda belum pernah melihat indahnya dunia, kisah ini terdapat dalam kitab Albidayah karangan Ibnu katsir. Baghdad yang kala itu adalah ibu kota Khilafah digambarkan oleh imam Syafi'i seindah-indahnya dunia, dikarena umat Islam sejahtera dan bahagia di dalamnya.

Namun, ia lanjut menjelaskan, jauh berbeda dengan saat ini, umat Islam dihinakan, termarjinalkan dan ajarannya dikriminalisasikan.  Tengok saja apa yang menimpa umat muslim Uighur yang sampai detik ini dianiaya, diperkosa hingga nyawa mereka tak ada harganya. Bahkan ia mengisahkan, bahwa ia pernah ke Xianjing Cina, tahun lalu. Ia pernah bertanya pada salah seorang muslim, "Anda sudah sholat isya?", Muslim itu lantas menjawab, "saya hanya bisa sholat Jum'at", hanya ada satu masjid yang bisa dipergunakan untuk menjalankan ibadah shalat fardhu berjamaah disana, terangnya.

Ada apa dengan kaum muslimin? Bukankah Islam agama yang tinggi? Tanyanya.

Sejak runtuhnya khilafah pada 1924, umat muslim bak hidangan yang siap disantap tak berdaya. Maka dari itu ia mengajak seluruh ulama yang hadir untuk bersama merekatkan ukhuwah mendakwahkan Islam secara kaffah demi tegaknya khilafah dan membersihkan pikiran-pikiran kotor yang bercokol pada benak umat muslim, termasuk pemikiran sekulerisme, demokrasi!, Pungkasnya.

Senada dengannya, KH Ali Bayanullah, pimpinan  Pimpinan Pondok Pesantren Darul Bayan, Sumedang menegaskan, berkumpulnya kita saat ini, tak lain karena kita punya tanggung jawab terhadap ummat, menyampaikan risalah Rasulullah, karena ulama adalah pewaris para Nabi. Menjadi sunatullah, Para Nabi/para Rasul dalam dakwahnya menyebarkan islam selalu berhadapan dengan para rezim, termasuk berhadapan dengan mereka, para ulama penjilat penguasa. Ia mengajak, jadilah ulama yang senantiasa di jalan Allah, mendakwahkan syariah Islam secara kaffah, walaupun resikonya besar! "Jangan takut menyuarakan Khilafah", Pungkasnya. [WI]

Post a Comment

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget