Menjadikan Pangandaran Sebagai Hawaii Van Jabar?




Oleh: Siti Latifah (Pemerhati Masalah Sosial)

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil atau biasa disapa Emil menyebut bahwa pantai Pangandaran memiliki keistimewaan. Akhirnya Pangandaran diadaulat  menjadi etalase wisata pantai Jawa Barat. Gubernur menginginkan pantai Pangandaran naik pamor sekelas Hawaii di Amerika Serikat. Emil menyebutkan pada tahun 2019 bahwa pemerintah provinsi (pemprov) telah mengalokasikan anggaran dana mencapai  Rp 100 miliar untuk memperbaiki Pantai Barat dan Timur Pangandaran. Masih menurutnya bahwa perbaikan  tersambut memperoleh respon positif dari warga sehingga terjadi peningkatan ekonomi pada wilayah tersebut ( https://www.merdeka.com/peristiwa/ridwan-kamil-ingin-sulap-pantai-pangandaran-seperti-hawaii.html)

Pangandaran kini mendapat  julukan baru yaitu ' Hawaii van Jabar'. Julukan tersebut kerap disampaikan oleh Gubernur di sejumlah kesempatan maupun di media sosial. Sebelumnya, Pangandaran dijuluki Bali kedua di Indonesia. Untuk menjadi wisata kelas dunia mendorong Pangandaran terus berbenah diri. Penataan di sejumlah titik terus dilakukan. Saat ini, progres penataan pantai barat-timur mencapai 25%.  Bupati Pangandaran, Jeje Wiradinata menyampaikan bahwa penataan pantai selesai akhir tahun 2019. Selain menata pantai, pemerintah juga membangun jalan penghubung antar pantai. Jalan ini menghubungkan Pantai Pangandaran dengan Batu Hiu, Pangandaran-Karapyak, Batu Hiu-Batu Karas. Hal-hal yang berbenturan dengan kepentingan penataan pantai akan ditertibkan, misalnya, keberadaan perahu nelayan di Pantai Barat Pangandaran yang akan dialihkan ke Pelabuhan Cikidang. Para nelayan telah dibangunkan rumah sebanyak 175 unit di pelabuhan tersebut. (https://regional.kompas.com/read/2019/10/03/08060261/asal-usul-julukan-hawaii-van-jabar-untuk-pangandaran-ini-penjelasan-bupati?page=all.) Di samping itu, akan dibangun jembatan yang menghubungkan Bojongsalawe sampai Pantai Batu Karas. Untuk menunjang Pangandaran sebagai daerah wisata berkelas dunia sehingga penerbangan dari Bandung menuju Pangandaran akan segera terwujud. Pemkab Pangandaran bersama Pemprov tengah merancang sebuah desa wisata, salah satunya di Desa Cikalong, Sidamulih. Desa wisata sebagai tempat khusus pengembangan wisata budaya, salah satunya Ronggeng Gunung. (https://regional.kompas.com/read/2019/09/04/15402901/revitalisasi-pangandaran-bupati-jeje-bilang-ingin-beda-dengan-bali?page=2)

Pangandaran memiliki cagar alam yang asri dengan hewan khasnya seperti monyet, rusa dan beberapa hewan melata. Deburan ombak di beberapa titik Pantai masih aman untuk aktivitas berenang. Bahkan, di kawasan timur pantai terdapat beberapa permainan seperti watersport, snorkeling, diving, banana boat, jetski, parasailing, fly fish, ufo, big mable, jumper. Dianggap memiliki segudang potensi yang dimiliki, pemprov merancang ambisi prestisius untuk menjadikan Pangandaran sebagai Hawaii-nya Indonesia (https://www.liputan6.com/regional/read/4150555/pagi-basah-basahan-di-pantai-pangandaran-calon-hawaii-nya-indonesia). Bahkan  di tahun 2021 akan digelar event internasional tingkat Asia yang direncanakan diikuti oleh 46 negara (https://www.galamedianews.com/daerah/243273/ridwan-kamil-klaim-penataan-pedestrian-pangandaran-berhasil-tingkatkan-pendapatan-warga.html). Fasilitas umum akan direvitalisasi untuk menunjang event-event internasional. Dampak ekonomi dari revitalisasi fasilitas di Pantai Barat dan Timur Pangandaran meningkat mencapai  Rp20 juta/hari (https://www.viva.co.id/gaya-hidup/travel/1194203-revitalisasi-pantai-rp100-m-beres-pangandaran-jadi-hawaii-nya-jabar).

Demikianlah, keindahan alam dan cagar budaya yang eksotik wilayah Jabar telah menjadi core untuk melejitkan ekonomi melalui industri pariwisata. Dilansir dari Liputan6.com, Indonesia menduduki peringkat pertama di Asia Tenggara dan peringkat ketiga di Asia. Sedangkan untuk tingkat dunia, pertumbuhan pariwisata Indonesia mendapatkan peringkat ke sembilan. Total sudah terdapat 9,4 juta wisatawan mancanegara (wisman) yang berlibur di tahun 2019.

Meskipun tidak dapat dipungkiri, perkembangan industri pariwisata ini akan aspek lain berupa liberalisasi sosial budaya. Tradisi nenek moyang yang dianggap bertentangan dengan syariat Islam misalnya tarian-tarian  yang menampakkan aurat perempuan pun akan dihalalkan dengan alasan kearifan lokal. Klaim bahwa pariwisata dianggap kunci pertumbuhan ekonomi mendorong pemerintah-pemerintah daerah untuk membuat berbagai regulasi pengembangan pariwisata termasuk di Pantai Pangandaran. Dalam upaya pemenuhan kebutuhan infrastruktur sektor pariwisata tersebut dikucurkan dana yang tidak sedikit. Untuk proyek revitalisasi pantai pangandaran sendiri,pemprov menguncurkan dana sebesar 100 miliar. Kini, pemerintah termasuk pemprov terus menggenjot sektor pariwisata. Alasan  yang dikemukakan karena dianggap mampu menyumbnag devisa negara. Pariwisata pun ditengarai mampu bersentuhan langsung dengan perekonomian masyarakat setempat.

Apabila ditelisik lebih dalam, sebenarnya industri pariwisata yang digerakkan didorong oleh spirit ideologi kapitalisme. Ideologi yang berorientasi pada para pemilik modal sehingga sulit diharapkan untuk membangkitkan ekonomi rakyat. Pariwisata hanya sekedar meningkatkan sektor ekonomi “receh” apabila dibandingkan dengan pendapatan Negara yang diperoleh dari sektor-sektor strategis misalnya pengelolaan tambang emas oleh PT. Freeport, tambang batu bara di Kalimantan, Nikel di Sulawesi, tambang geothermal/panas bumi di Jawa Barat, dan tambang minyak bumi di beberapa wilayah Indonesia. Belum lagi dampak liberalisasi budaya akibat industri pariwisata yang menjadi problem pelik di Jawa Barat seperti seks bebas, LGBT dll. Semoga Islam hadir kembali sebagai panduan dalam persoalan ini, karena Islampun mempunyai sudut pandang yang khas terkait wisata dan pelestarian alam, sehingga alam yang indah bisa semakin mendekatkan manusia kepada Allah SWT, bukan malah sebaliknya. Wallahu a’lam bish shawab.  
 

Post a Comment

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget