Kesejahteraan Dalam Negara Korporatokrasi: Jauh Panggang dari Api


Oleh: Rima, S.P.


Duta Pasar Rakyat Jawa Barat (Jabar) Atalia Praratya Kamil berharap, pemerintah daerah (Pemda) dapat memperhatikan kondisi kebersihan pasar tradisional agar masyarakat merasa nyaman sekaligus memberikan keuntungan bagi pedagang. Pasar tradisional diyakini mampu menumbuhkan kesejahteraan masyarakat karena tempatnya selalu ramai oleh pedagang maupun pembeli dari berbagai kalangan. https://www.galamedianews.com/daerah/250449/atalia-kamil-minta-pemda-di-jabar-perhatikan-kebersihan-pasar-tradisional.html

Pasar merupakan salah satu fasilitas umum vital yang dibutuhkan oleh masyarakat. Penyediaan sarana ini secara maksimal sudah selayaknya diperhatikan oleh pemerintah. Termasuk dalam hal jumlahnya di setiap daerah yang memudahkan bagi masyarakat, kelayakan fasilitas di dalamnya, sanitasi dan kebersihannya. Dan tak kalah penting dari sisi pengawasan dan kontroling harus selalu dilaksanakan.

Tak dipungkiri bahwasanya pasar merupakan salah satu tempat beredarnya kekayaan masyarakat. Di sini para penjual dan pembeli bertemu dan saling melakukan transaksi. Namun, menyakini bahwa berjalannya aktivitas transaksi di pasar, perbaikan fasilitas pasar, termasuk pasar tradisional, sebagai indikator kesejahteraan masyarakat, tentu jauh panggang dari api.

Kesejahteraan terwujud manakala seluruh kebutuhan primer (hajatul asasiyyah) tiap individu masyarakat terpenuhi secara optimal tak terkecuali kebutuhan pelengkap (hajatul kamaliyah) yang juga penting untuk dipenuhi. Kondisi ini sangat ditentukan oleh sistem ekonomi yang diadopsi oleh negara tersebut.

Negara yang mengadopsi sistem korporatokrasi dimana kebijakan negara dikendalikan oleh para korporate raksasa tentu selamanya tidak akan berpihak kepada kesejahteraan masyarakat tetapi semata-mata keuntungan materi korporasi tersebut. Para pedagang kecil di pasar tentunya akan sangat tergantung kepada mereka. Walhasil, kesejahteraan dalam sistem korporatokrasi hanya akan berpihak kepada para korporate dan pemegang kebijakan saja.

Kesejahteraan masyarakat secara nyata akan terwujud manakala, pemerintah melaksanakan fungsinya sebagai pengurus rakyat dengan menjalankan sistem ekonomi yang berasal dari Sang pencipta yaitu sistem ekonomi Islam. Dalam sistem ini problematika ekonomi yaitu masalah distribusi kekayaan akan tertangani, monopoli kekayaan dan penimbunan barangpun tidak akan terjadi serta mekanisme transaksi ekonomi akan berjalan sesuai dengan ketentuan syariat dan selalu diawasi oleh para pengawas yang ditugaskan.

Dengan demikian, kesejahteraan masyarakat dalam sistem ekonomi syariah adalah sebuah keniscayaan. Allah SWT berfirman dalam QS. Al Hasyr ayat 7:

كَيْ لَا يَكُونَ دُولَةً بَيْنَ الْأَغْنِيَاءِ مِنْكُمْ ۚ

"...supaya harta itu jangan beredar di antara orang-orang kaya saja di antara kamu."


Allohu a'lam bishawab

Post a Comment

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget