Ali Baharsyah, Sosok Pemuda Tangguh yang Berani Membusungkan Dada Melawan Rezim Zalim



Oleh : Ahmad Khozinudin
Advokat, Aktivis Hizbut Tahrir

Sebelum penangkapan oleh Tim Ditsiber Polri, Ali Baharsyah sempat dilaporkan di Polda Jabar dan Polres Bogor karena aktivitas kritisnya melalui video YouTube. Ali sudah lama menjadi youtuber, tapi bukan dalam rangka memburu viewers, like n share, yang berimplikasi pada pendapatan materi. 

Ali bersosmed semata untuk tujuan dakwah, bukan komersil. Itu sebabnya, beberapa akun sosmed nya berulang kali di suspend.

Ali memperhatikan perkembangan politik, kemudian membuat video renyah dengan gaya anak muda, menggunakan topi khas "Babe Khaekal" dan mengunggah video di akun sosmed, baik YouTube, Instagram maupun Facebook.

Siapapun yang aktif di sosmed, khusunya YouTube dan Instagram, kemungkinan besar familiar dengan wajah Ali. Ya, wajah yang komunikatif, Trengginas, ceria dan 'menggairahkan'.

Faktor gaya dan bahasa yang dijadikan sarana komunikasi, diduga kuat menyebabkan Video Ali banyak yang tonton dan viral. Selain, tentu konten materi kritik terhadap rezim yang dinilai sejalan dengan aspirasi netizen, sehingga ketika menonton video Ali, Netizen juga langsung refleks membagikannya ke sosial media.

Video Ali, selain kritik juga disertai solusi Islam. Diantara solusi yang selalu disampaikan secara berulang, adalah bahwa Negeri ini membutuhkan syariah Islam sebagai solusi. 

Dan untuk menerapkan syariat Islam secara kaffah, tak ada cara lain kecuali menegakkan Daulah Khilafah. Begitu celoteh Ali dalam berbagai videonya.

Ali ketika bertemu saya, meminta nasehat terkait teknis hukum jika ditangkap. Dia, telah siap dengan konsekuensi mengemban dakwah Islam, mendakwahkan ajaran Islam khilafah.

Ali Baharsyah, adalah seorang suami dan ayah, dari keluarga kecilnya. Keluarga, yang selalu ditinggalkan untuk dua aktivitas : dakwah dan mencari nafkah.

Karenanya, putri kecil Ali selalu menanti ayahnya pulang, berharap amanah dakwah dan kewajiban mencari nafkah tanggal dilaksanakan, selanjutnya  sang ayah membagi waktu dan kasih sayang kepada putrinya. Kembali ke "Surga Kecil" menemui bidadarinya.

Rutinitas inilah yang dilakoni seorang Ali. Dakwah, mencari nafkah, keluarga. Dakwah, mencari nafkah, keluarga. Dakwah, mencari nafkah, keluarga.  Begitu seterusnya.

Sampai pada hari, seorang yang mengklaim ketua Cyber Indonesia, sosok yang dikenal sering melaporkan aktivis dan menzalimi banyak orang, melaporkannya ke Mabes Polri. 

Ali dituding makar menggunakan Facebook, dituding sebar hoax, dituding menghina penguasa, dituding menyebar kebencian dan SARA, dituding Rasis, dan akhirnya langsung ditangkap dan dipenjara.

Entah, kebanggaan macam apa yang disombongkan oleh seseorang yang menzalimi pengemban dakwah Islam. Entah kebahagiaan macam apa, orang yang tega memisahkan Ali Baharsyah dengan putri kecilnya. 

Yang jelas, orang yang zalim akan didoakan oleh orang yang dizalimi dan Umat Islam pada umumnya. Orang yang zalim akan mendapatkan balasan, tidak menunggu di akhirat, didunia juga akan segera mendapatkan konsekuensinya.

Sabarlah wahai Ali Baharsyah, sabarlah wahai keluarga Ali Baharsyah, sabarlah wahai puteri kecil untuk perpisahan yang sementara di dunia. Sesungguhnya, kehidupan yang abadi adalah akhirat, di Surga-Nya.

Bersabarlah, dengan kehidupan senda gurau dunia, untuk memperoleh kebahagiaan hakiki di akhirat. Kezaliman rezim, hanya mampu dilakukan pada batas dunia, dalam lingkup yang Allah SWT izinkan.

Pada saatnya, kemenangan, pertolongan, kebahagiaan hakiki, hanyalah bagi orang-orang yang beriman dan Istiqomah menapaki jalan kebenaran. 

Semoga ujian ini segera berlalu, sampai Ali Baharsyah kembali bebas, kembali berdakwah, kembali bersama keluarga, dan tentunya kembali mencium Puteri kecilnya, bersama gunungan kerinduan yang selama ini dipendamnya.

Ya Allah, muliakanlah semua pengemban dakwah dan keluarganya, lindungi dan berikan pertolongan, dengan kekuasaan-Mu yang maha agung. Amien yarobbal alamien. [].

Post a Comment

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget