Dialog Penting Sejarah Khilafah, M. Ismail Yusanto: “Tidak Hanya Digging Up The Past, Tapi Juga Digging Up The Truth”

Mercusuarumat.com. Premier Film Dokumenter Sejarah, Jejak Khilafah di Nusantara, pada Kamis (20/8/2020) mejadi penayangan perdana. Film yang dinanti-nanti sebagai bukti historis bahwa khilafah bukan utopis. Sejarah telah mengajarkan kepada umat manusia bahwa hidup memiliki tanda. Tak hanya itu, Islam memiliki pandangan khas terkait sejarah.


H Muhammad Ismail Yusanto (Penasehat Komunitas Literasi Islam) hadir membeberkan pandangan terkait sejarah. Dalam sesi dialog beliau menuturkan konsep penting terkait hubungan Islam, Sejarah, dan khilafah.

“Dalam quran dikenal dengan qisah. Ada juga Ibroh, yaitu pelajaran dan hikmah. Bagaimana ibroh didapat. Sangat bergantung pada cerita itu ditulis. Kalau sekarang difilmkan. Jika ditulis dengan benar, maka ibrah yang didapat akan benar,”ungkapnya jelas membuka diskusi.

Tambahnya bahwa alquran bukanlah perkataan yang dibuat-buat.

Ketika mendapat pertanyaan Bagaimana sejarah di luar quran? 

“Orang mengatakan sejarah itu second hand reality. Bergantung siapa yang menuturkan. Itu acap tidak terlepas dari latar belakang politik. Pengaburan dan penguburan sejarah,”jawabnya singkat.

Pesan pentingnya bahwa sejarah digunakan untuk menggali kebenaran. Tidak hanya Digging up the past, tapi juga digging up the truth. Film Jejak Khilafah di Nusantara dibuat dalam kerangka tertentu. Maka harus memunculkan sejarah yang benar.

Terdapat urgensi mengkaji sejarah. Sebab,  Sejarah itu miliki sumber hukum dan pemikiran. Sejarah sebagai mauidzu tafkir, obyek kajian pemikiran. Hal ini menjadi pendukung dan pelengkap apa yang diilhami dari ajaran Islam. 

“Dalam konteks khilafah, Khilafah itu ajaran Islam. Bukan ajaran khayali. Buktinya khilafah diterapkan dan berlangsung sekian lama,”tegasnya.

Sejarah memiliki fungsi memperkuat dan bukti. Jika pun tidak ada jejak khilafah di Indonesia, tidak lantas menggugurkan kewajiban khilafah.

“Jadi adanya bukti sejarah itu untuk memotivasi menerapkan khilafah yang bersumber dari ajaran Islam.”

Dialog berlangsung dalam nuansa yang santai dan mencerahkan. Bahkan, penonton tidak sabar untuk segera duduk manis menikmati sajian epik film Jejak Khilafah di Nusantara. Luar biasa sambutan umat Islam di Indonesia. Bahkan tokoh, ulama, pemerhati sejarah memberikan respon positif dan mendukung agenda ini.[hn]

Post a Comment

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget