Menag Singgung Populisme Islam Sumber Konflik, Anggota DPR Ini Tak Sependapat

Foto ; google.com

mercusuar.com - Dikutip dari Tempo.co, Menteri Agama RI, Yaqut Cholil Qoumas kembali menyatakan hal yang kontroversial.

Kali ini, Ia menegaskan sikapnya untuk menolak populisme Islam. Menurutnya, populisme Islam adalah sumber konflik di masyarakat.

"Belakangan ini kita merasakan ada yang berusaha menggiring agama menjadi norma konflik. Agama dijadikan norma konflik itu bahasa ekstremnya, siapapun yang berbeda keyakinannya, maka dianggap musuh dan karenanya harus diperangi," katanya.

Hal semacam itulah yang disebut Menag sebagai populisme Islam. "Istilah kerennya populisme Islam," tambahnya.

Ia kemudian menambahkan, bahwa dirinya tak ingin populisme ini berkembang. "Kita semua, tentu saja tidak ingin populisme Islam berkembang luas sehingga kewalahan memeranginya," tuturnya.

Mengomentari pernyataan Menag, Anggota DPR RI Fadli Zon di akun Twitternya justru mempertanyakan definisi Populisme Islam yang diangkat oleh Menag.

"Ayo kita berdebat di ruang publik. Apa itu populisme dan populisme Islam," tanyanya.

Selain itu, Fadli mempertanyakan sikap Menag yang mengurusi persoalan semacam ini.

"Apa urusannya Menag ngurusi ini. Apa Tupoksinya?" Tanyanya.

Sementara itu, jika merujuk pada KBBI, Populisme adalah paham yang mengakui dan menjujung tinggi hak, kearifan, dan keutamaan rakyat kecil.

Post a Comment

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget