Pengamat Politik: Mengapa Partai yang Banyak Koruptornya Masih Banyak yang Pilih?

Mercusuarumat.com Gelaran Pilkada yang berlangsung pada Rabu (9/12) menimbulkan tanda tanya. Terutama, mengenai partai-partai yang terbukti mencetak koruptor dan masih dipilih oleh masyarakat.

Hal ini dipersoalkan oleh pemerhati politik Indonesia, Ovan Ghozali. Ia mengaku heran dengan kenyataan bahwa partai-partai yang kadernya banyak kasus korupsi dan suap masih melenggang ikut Pilkada dan banyak yang memilih.

“Partai-partai tersebut masih bisa ikut pemilu dan pilkada, celakanya lagi masih dipilih,” ungkap Ovan dalam akun Twitternya pada (9//12).

Selain partai yang mencetak kader koruptor, Ovan juga menyinggung partai yang menjual aset negara dan merumuskan berbagai kebijakan yang merugikan rakyat. Ia heran jika masih saja ada yang memilihnya.
“Partai-partai yang kadernya membuat atau menyetujui berbagai UU yang merugikan kepentingan rakyat,” tambahnya.

Cuitan Ovan ditanggapi dengan berbagai komentar netizen. Salah satunya dari akun @OpiniRakyat2_2021. Akun tersebut menyangkan rakyat masih mau dibodohi oleh partai-partai tersebut.

“Bukti masih banyak masyarakat yang bodoh dan dibodohkan. Kapokmu kapan dengan tipuan sistem demokrasi kapitalis?” katanya.

Sementara itu, akun lainnya, @AiniGress, mengomentari fenomena tersebut dengan memilih tidak memilih, “Karena memang tidak ada pilihan,”cuitnya. (AH)

Post a Comment

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget