Ulama Aswaja Jawa Barat Sepakat Bentuk Cinta Negeri adalah Berjuang Memimpin Tegaknya Islam secara Kaffah

Foto : google.com

mercusuarumat.com - Ajakan bagi para ulama untuk terlibat dalam problem keumatan menjadi isu besar yang diangkat dalam agenda Multaqo Ulama Aswaja Jawa Barat pada Ahad(27/12). 

Dengan mengangkat tema 'Kiprah Ulama Cinta Negeri, Jaga Keutuhan Negeri, Tolak Pemimpin Dzalim, Terapkan Islam Kaffah', acara ini dihadiri perwakilan ulama dari berbagai daerah Jawa Barat. 

Dalam sambutannya, Pengasuh Ponpes Asmaul Husnam Sumedang, Ustadz Hakim Abdurrohman nenyampaikan bahwa ulama semestinya memberikan ihtimam (perhatian) besar terhadap urusan kaum Muslimin. Termasuk urusan dalam negeri ini. 

Menurutnya, langkah strategis yang perlu dilakukan para ulama adalah melakukan aktivitas dakwah untuk menjelaskan Islam sebagai solusi secara istiqamah.

"Dakwah Islam ini difokuskan kepada tegaknya syariah secara kaffah sebagai solusi persoalan," jelasnya.

Sementara itu, Pimpinan Mahad Khodimus Sunnah Kota Bandung, Ustadz Yuana Ryan Tresna, mengingatkan agar ulama mestinya terketuk hatinya ketika umat Islam tidak mendapatkan kebaikan dari negeri yang mereka tinggali.

Kezaliman yang menimpa umat Islam adalah urusan akhirat yang harus diberi perhatian serius.

"Kesedihan yang baik adalah saat engkau atas urusan akhirat dan kebaikannya. Sedangkan kesedihan yang buruk adalah kesedihan pada perkara dunia," tuturnya mengutip maqolah ulama.

Untuk melepaskan umat Islam dari keterpurukan, menurutnya, perlu diterapkan hukum hukum fiqih dan agama dalam suatu sistem pemerintahan, "Kuncinya pengamalan pengamalan agama seperti generasi terdahulu," jelasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Ajengan Aceng Luqman Hakim, ulama muda asal Garut menyoroti persoalan situasi kepempinan  yang saat ini justru jauh dari agama. 

"Para pemimpin menolong orang orang kafir yang jelas jelas memerangi umat Islam. Memberikan dalil, termasuk mengucapkan selamat natal. Ini jelas melanggar ketentuan aswaja," paparnya.

Sementara itu, KH Roni Abdul Fattah, pimpinan Ponpes Umar bin Abdul Aziz, mengingatkan bahwa situasi yang ada hari ini mestinya jadi pelajaran bagi umat Islam.

Rentetan peristiwa yang ada menunjukan bahwa tidak mungkin umat Islam mendapatkan kebaikan dan keadilan dari sistem yang tegak hari ini.

"Tidak mungkin umat Islam dapat kemuliaan dari sistem yang tidak ridhoi Allah, yang Allah murkai," jelasnya.

Untuk itu ia berharap, para ulama menyadari bahwa saat ini diperlukan sistem yang memungkinkan penerapan Islam secara kaffah.

"Tugas kita para ulama mengedukasi masyarakat. Bahwa umat Islam pernah berjaya dengan adanya Khilafah, yang menegakkan Islam secara kaffah," tambahnya.

Ulama Jawa Barat lainnya, Ajengan Asep Soedrajat, menjelaskan bentuk kecintaan terhadap negeri yang mesti ditampilkan ulama.

Bentuknya, menurutnya adalah memimpin dan mengarahkan umat untuk mewujudkan kembali tegaknya syariat Islam.

"Dengan eratkan ukhuwah, menyatukan visi perjuangan, untuk tegaknya daulah Khilafah,"pungkasnya.

Selain paparan dari ulama di atas, masih banyak pandangan pandangan lain yang secara bergantian disampaikan. Semuanya satu suara bahwa saat ini negeri Indonesia dalam keadaan terpuruk dan perlu kembali pada penerapan syariah secara kaffah.

Hal menarik lainnya, acara yang digelar melalui Zoom dan Streaming Youtube Rayah TV ini, hingga pagi (28/12) sudah disaksikan lebih dari 17 ribu orang.

Post a Comment

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget