Cendekiawan Muslim Ini Sebut Isu Terorisme Hanya Jadi Permainan Stigma

Mercusuarumat.com. Dengan fakta-fakta standar ganda yang ada sebelumnya, isu terorisme yang ada dalam Perpres cenderung kental dengan permainan stigma. Demikian yang dinyatakan oleh Irfan Abu Naveed, Cendekiawan Muslim, pada (19/1) ketika mengomentari terbitnya Perpres tentang terorisme pada (15/1) lalu.

Ia mengacu pada bukti-bukti bahwa kasus kekerasan bermotif politik yang dilakukan oleh tertentu lainnya kerap kali tidak dikategorikan terorisme. Padahal efeknya lebih besar.

“Contohnya kasus separatism papua, ormas yang mempersekusi ormas lainnya, itu tidak,” jelasnya.

Selama ini, haluan dalam menerbitkan kebijakan-kebijakan seputar terorisme kerap mengacu pada agenda WOT (War of Terorism) versi Barat. Padahal menurutnya, Barat sendiri kerap melakukan terror.

“Faktanya barat juga melakukan terror dengan desingan peluru, dengan bom, ke negeri-negeri muslim,” tambahnya.

Alih-alih mengurusi terorisme yang cenderung kental dengan nuanasa politis, pemerintah sebaiknya fokus memperbaiki ketidakadilan yang ada. 

“Ketidakadilan adalah pangkal kebinasaan,” katanya.

Terkait hal ini, ada banyak bukti ketidakadilan yang menurut Irfan masih banyak terjadi di masyarakat.

“Faktanya saat ini umat Islam kesulitan dengan kemiskinan, dengan pandemi, dan sebagainya,”pungkasnya

Post a Comment

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget