Pengamat Politik Ini Ingatkan Perpres Terorisme Bisa Picu Sentimen Kebencian

mercusuarumat.com. Baru-baru ini, pemerintah menerbitkan Perpres Nomor 7 tahun 2021 tentang Terorisme. Isinya berupa serangkaian rencana untuk mencegah serta menanggulang ekstrimisme berbasis kekerasan yang mengarah pada terorisme.

Menanggapi kebijakan ini, Hanif Kristyanto, Analis Politik dari PKAD mengingatkan soal bahaya dibalik aturan ini. Salah satunya potensi membangkitkan sentimen kebencian antar masyarakat. 

“ Sentimen-sentimen kebencian misalnya kepada ciri-ciri tertentu, gamis, jenggot, niqab,”katanya.

Apa yang diungkapkannya bukan tanpa alasan. Faktanya, kebijakan-kebijakan anti terorisme yang berkiblat pada AS menunjukan bahwa arahnya untuk menyasar umat Islam tertentu.

“Motif kebencian islam kaffah,“ tambahnya.

Hal itu dapat dibuktikan bahwa tak selalu yang disasar adalah kelompok dengan prilaku kekerasan. Ada kalanya umat islam dengan prilaku damai bisa juga kena karena didasari motif kepentingan lain.

Untuk itu, ia mengajak umat Islam untuk menguatkan pemahamannya, bahwa Islam adalah kebaikan, bukan sumber masalah.

“Gambaran buruk soal islam jadi sumber masalah itu salah. Islam solusi sebagai kehidupan. Kuatkan pemahaman,” pungkasnya.

Post a Comment

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget