Presiden Sebut Banjir Karena Curah Hujan Tinggi, Indonesia Justice Monitor: Berpikirnya Terlalu Sederhana!

mercusuarumat.com - Mengomentari pernyataan presiden soal banjir di Kalimantan Selatan diakibatkan curah hujan tinggi dan sungai meluap, Analis Politik Indonesia Justice Monitor, Luthfi Afandi, menganggap presiden level berpikirnya terlalu rendah. Hal itu disampaikannya dalam kanal Youtube Khilafah Channel pada (20/1) malam.

“Mestinya level berpikir setiap kepala negara itu tidak sesederhana itu, menyatakan banjir karena curah hujan tinggi dan luapan sungai,” jelasnya.

Bahkan ia menyebut, bahwa jawaban semacam itu mirip dengan jawaban anak sekolah dasar.

“Kalau dikatakan sekdedar curah hujan tinggi dan meluap sungai anak SD itu tau,” tambahnya.

Menurut Luthfi, pernyataan presiden seolah menutupi penyebab sebenarnya yakni deforestasi yang marak di Kalimantan. 

“Ada deforestasi kuat dan luar biasa. Alih fungsi hutan jadi pertambangan,” jelasnya.

Para pelaku penggundulan hutan itu menurutnya seolah-olah dilindungi pemerintah. Tidak diakui sebagai penyebab dari banjir karena memiliki kepentingan kuat pada sektor politik. 

“Ada kepentingan investor, pemilik modal, dan kapitalis. Kepentingan investor berhubungan erat dengan kepentingan politik elit di Indonesia. Pengusaha tambang butuh izin dan keamanan investasi, sementara elit politik membutuhkan modal besar untuk menduduki jabatan politik,” paparnya.

Untuk menguatkan kesimpulannya, Luthfi menyinggung pernyataan Menko Polhukam Mahfud MD yang juga pernah menyatakan bahwa 92 persen kepala daerah didanai oleh cukong.

Post a Comment

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget